Komdigi Dorong 4G-5G ke Daerah Lewat Lelang Frekuensi
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemerataan akses internet sekaligus memperluas jaringan 4G dan 5G hingga ke pelosok negeri. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam konferensi pers terbaru.
Proses lelang ini sempat tertunda, tetapi kini sudah berjalan setelah tim seleksi dibentuk. Pemerintah menargetkan masyarakat di daerah terpencil dapat segera merasakan peningkatan kualitas jaringan. Dengan langkah ini, pemerintah dapat menekan kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah memilih frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz karena keduanya saling melengkapi. Spektrum 700 MHz menjangkau area luas dan menembus wilayah sulit, sehingga efektif memperluas jaringan ke daerah terpencil.
Sementara itu, pemerintah memfokuskan frekuensi 2,6 GHz untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan internet, terutama di wilayah dengan penggunaan data tinggi. Kombinasi keduanya menghadirkan konektivitas yang merata dan berkualitas tinggi serta memenuhi kebutuhan internet masyarakat modern secara lebih optimal.
Pemerintah menjalankan seluruh proses seleksi secara transparan dan akuntabel untuk memberikan kepastian bagi pelaku industri telekomunikasi. Selain itu, pemerintah mengatur pelaksanaan lelang melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 175 Tahun 2026 serta menetapkan tim pelaksana seleksi melalui keputusan resmi lainnya.
Pemerintah menyiapkan seluruh proses secara matang untuk mencegah potensi kendala di kemudian hari. Selain itu, pemerintah merancang tahapan seleksi dengan mengedepankan prinsip keadilan dan keterbukaan agar operator terpilih mampu menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.
Melalui lelang ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada cakupan jaringan nasional. Pemerintah menargetkan cakupan jaringan 5G mencapai 8,5% wilayah permukiman pada 2026, sementara jaringan 4G menjangkau lebih dari 99% populasi.
Selain cakupan, kecepatan internet juga menjadi fokus utama. Pemerintah menargetkan kecepatan unduh mobile broadband bisa mencapai hingga 100 Mbps pada 2029. Angka ini jauh lebih tinggi dari rata-rata kecepatan saat ini, sehingga dapat mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat.
Kebijakan ini membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Akses internet yang lebih cepat dan merata akan membuka peluang baru di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi digital, hingga layanan kesehatan. Pelaku usaha di daerah juga dapat memanfaatkan konektivitas ini untuk memperluas pasar mereka.
Di sisi lain, pemerintah mendorong industri telekomunikasi untuk terus berinovasi. Dengan adanya frekuensi baru, operator memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus bersaing secara sehat. Upaya ini mempercepat transformasi digital Indonesia secara menyeluruh.
Dengan langkah strategis ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Pemerintah dan pemangku kepentingan mendorong agar masyarakat di seluruh penjuru negeri merasakan manfaat nyata dari perkembangan teknologi. Baca berita lain di sini.
Isu kuota internet yang hangus kembali menjadi sorotan publik setelah dibahas dalam sidang uji materi…
Pemerataan akses internet di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang terus dibahas oleh regulator, industri,…
Perusahaan telekomunikasi Telkomsel memperkuat pengembangan jaringan digital dengan menjalin kerja sama strategis bersama Huawei. Kolaborasi…
Indonesia mulai menyiapkan pengembangan teknologi 6G. Salah satu langkah utama dilakukan oleh peneliti Pusat Riset…
Gempa megathrust berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis pagi (02/04/2026). Beruntung, jaringan telekomunikasi…
Dugaan Ledakan di Ketinggian 560 Km Insiden mengejutkan datang dari perusahaan antariksa SpaceX setelah salah…