Trafik Internet Bakti di Perbatasan Tembus 100 Mbps
Akses internet kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Hal ini terlihat dari tingginya penggunaan layanan internet yang disediakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital.
Di beberapa wilayah perbatasan seperti Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pemanfaatan internet menunjukkan peningkatan signifikan. Warga memanfaatkan jaringan tersebut untuk berbagai aktivitas, mulai dari belajar, bekerja, hingga mengakses layanan publik.
Pelaksana tugas Direktur Infrastruktur Bakti, Darien Aldiano, mengungkapkan bahwa penggunaan internet di Pulau Maratua mengalami lonjakan yang cukup mencolok. Di salah satu titik, yaitu Pos TNI AL Pulau Maratua, trafik internet bahkan mencapai angka puncak hingga 100 Mbps dalam satu bulan terakhir.
Capaian ini tergolong istimewa karena layanan tersebut tidak menggunakan jaringan kabel seperti di kota besar. Internet di wilayah tersebut disalurkan melalui satelit, yang secara teknis memiliki tantangan lebih besar dibandingkan jaringan serat optik.
Selain di pos militer, aktivitas internet tinggi juga terlihat di Kantor Kepala Kampung Payung-Payung dan SDN 001 Payung-Payung. Di kantor kampung, trafik mencapai sekitar 50 Mbps, sementara di sekolah mendekati 40 Mbps.
Tingginya trafik internet mencerminkan bahwa layanan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Di sekolah, siswa dan guru menggunakan internet untuk pembelajaran digital dan ujian berbasis online. Sementara itu, di kantor kampung, internet membantu proses administrasi dan pelayanan publik menjadi lebih efisien.
Jumlah pengguna juga menunjukkan tren positif. Ratusan orang mengakses jaringan di setiap titik layanan, menandakan bahwa konektivitas telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Keberadaan internet tidak hanya membuka akses informasi, tetapi juga memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.
Seluruh layanan internet tersebut mengandalkan SATRIA-1, yang menghadirkan konektivitas bagi daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan kabel.
Dengan teknologi satelit, pemerintah mampu menghadirkan internet hingga ke pulau-pulau terpencil yang sebelumnya sulit terhubung. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan teknologi dalam menjawab tantangan geografis Indonesia yang beragam dan kompleks.
Selain itu, tenaga ahli lokal turut mengelola operasional satelit, mencerminkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menangani infrastruktur digital berskala besar.
Keberhasilan layanan internet Bakti di wilayah 3T menjadi langkah penting menuju pemerataan digital di Indonesia. Akses yang merata akan membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berkembang dan bersaing di era digital.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar semakin stabil dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Dukungan teknologi dan pemanfaatan internet yang optimal dapat mendorong kemajuan masyarakat di berbagai daerah di seluruh negeri. Baca berita lain di sini.
Akses Internet Mulai Ubah Pembelajaran Program internet gratis dari pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi…
Kebutuhan akses internet di Indonesia masih menunjukkan angka yang sangat tinggi. Hingga saat ini, Bakti…
Perusahaan telekomunikasi XLSmart semakin serius menggarap pasar korporasi dengan menghadirkan solusi digital terintegrasi. Melalui platform…
Perusahaan telekomunikasi nasional Telkom Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendukung transformasi digital industri. Melalui unit…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat transformasi digital demi menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses.…
Indonesia akhirnya memiliki identitas digital khusus untuk industri kecerdasan artifisial melalui peluncuran domain .ai.id. Inisiatif…