Iran Alami Pemadaman Internet Terparah di Dunia
Selama 24 hari berturut-turut, masyarakat di Iran harus menjalani kehidupan tanpa akses internet global. Pemadaman jaringan ini mulai terjadi setelah meningkatnya konflik dengan Israel dan Amerika Serikat, yang berdampak langsung pada infrastruktur digital nasional.
Laporan dari NetBlocks menyebutkan bahwa gangguan ini telah berlangsung lebih dari 552 jam. Angka tersebut menjadikannya salah satu pemadaman internet terpanjang yang pernah dicatat di dunia. Aktivitas online yang biasanya dilakukan masyarakat kini praktis lumpuh, mulai dari komunikasi hingga akses informasi global.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga mengganggu berbagai sektor penting seperti bisnis, pendidikan, dan layanan publik yang bergantung pada konektivitas internet.
Biasanya, masyarakat menggunakan VPN untuk menembus pembatasan internet. Namun dalam situasi kali ini, sebagian besar layanan VPN tidak lagi berfungsi secara efektif. Upaya bypass yang dulu cukup andal kini telah dibatasi dengan sistem yang lebih ketat.
Pemerintah menerapkan kontrol jaringan yang semakin kuat. Sistem ini membatasi akses ke internet global, memberi izin hanya pada pihak yang masuk daftar putih.
Akibatnya, sebagian besar warga hanya bisa mengandalkan jaringan lokal. Kontrol ketat menahan aliran informasi, sehingga apa yang sampai ke publik sangat terbatas.
Di tengah keterbatasan tersebut, sejumlah warga mencoba mencari cara lain untuk tetap terhubung. Metode ini memanfaatkan intranet domestik, yang sesekali tetap membuka akses terbatas ke jaringan internasional. Namun koneksi ini tidak stabil dan sering terputus.
Sebagian pengguna juga mencoba memakai layanan internet satelit seperti Starlink. Teknologi ini memungkinkan akses langsung ke jaringan global tanpa bergantung pada infrastruktur lokal.
Pemerintah menilai perangkat ini ilegal. Operasi keamanan telah menyita ratusan unit, sehingga risiko bagi pengguna melonjak.
Pemadaman internet dalam skala besar seperti ini menunjukkan betapa pentingnya konektivitas di era modern. Pemutusan akses langsung menghentikan aktivitas: komunikasi keluarga tersendat, bisnis kehilangan jalur, dan akses informasi terhambat.
Selain itu, situasi ini juga menjadi sorotan global. Pemadaman internet kerap dipandang sebagai alat kontrol oleh banyak pihak di tengah konflik. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait kebebasan informasi dan hak digital masyarakat.
Hingga kini, belum ada tanda bahwa koneksi akan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.Kondisi geopolitik yang belum stabil membuat pemadaman ini berpotensi terus berlanjut. Baca berita lain di sini.
Evolusi Jaringan Seluler yang Semakin Cepat Jaringan 5G menjadi generasi terbaru dalam teknologi seluler yang…
Tambahan Spektrum, Tapi Bukan Solusi Instan Rampungnya lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memang…
Belum Ada Keputusan Final untuk 6G Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih mengkaji…
Tarif Verifikasi Dinilai Terlalu Tinggi Penerapan registrasi SIM card berbasis biometrik wajah mulai memunculkan perdebatan…
Gangguan Besar di Pagi Hari Jaringan seluler terbesar di Australia sempat mengalami gangguan besar yang…
Sistem Lama Resmi Dihentikan Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menutup celah penyalahgunaan nomor telepon seluler.…