Trafik Internet di Bali Diprediksi Naik 17 Persen Saat Libur Nataru
Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison memprediksi penggunaan internet selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 akan mengalami peningkatan signifikan di wilayah Bali. Kenaikan jumlah pengguna internet bahkan diperkirakan mencapai sekitar 17 persen dibandingkan hari biasa.
Fahd Yudhanegoro, Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan prediksi tersebut dalam acara pembaruan informasi media mengenai kesiapan jaringan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru di Denpasar.
Menurut Fahd, peningkatan trafik ini berkaitan dengan tingginya aktivitas wisata di Bali selama musim liburan. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara mengunjungi berbagai destinasi populer, sehingga penggunaan internet meningkat seiring dengan kebutuhan komunikasi dan hiburan digital.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Indosat telah melakukan pembaruan pada sekitar 7.800 BTS. Fasilitas ini hadir untuk memastikan area wisata yang padat pengunjung tetap terlayani sepanjang liburan panjang.
Selama liburan Nataru, beberapa daerah di Bali bakal mengalami peningkatan trafik internet, terutama di kawasan wisata Canggu dan Ubud.
Selain Bali, Nusa Tenggara Barat juga mencatat prediksi lonjakan, di mana Lombok dan Gili Trawangan menjadi titik utama aktivitas wisata yang meningkatkan trafik internet.
Fahd menilai bahwa penggunaan layanan digital saat ini semakin meningkat, terutama karena popularitas berbagai platform media sosial. Aplikasi berbagi video seperti TikTok menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya konsumsi data selama masa liburan.
Head of Technology Region Bali-Nusra Indosat Ooredoo Hutchison, Mardiono Eko Prayitno, menjelaskan bahwa Bali selalu mengalami peningkatan trafik internet pada dua momen besar setiap tahun, yaitu saat libur Natal dan Tahun Baru serta saat libur Lebaran.
Menurutnya, peningkatan penggunaan jaringan biasanya mulai terlihat setelah tanggal 20 Desember. Masa liburan sekolah memicu meningkatnya aktivitas, karena banyak keluarga melakukan perjalanan wisata.
Lonjakan internet akan terus terjadi hingga 4 Januari, dengan puncak aktivitas pada Natal dan malam tahun baru.
Untuk menjaga kualitas jaringan tetap stabil, Indosat juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Teknologi ini membantu perusahaan memprediksi kebutuhan jaringan berdasarkan data penggunaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Sistem AI akan mempelajari data trafik lama dan kemudian memetakan kebutuhan jaringan di setiap BTS. Dari analisis tersebut, perusahaan dapat menentukan lokasi yang memerlukan tambahan kapasitas bandwidth agar jaringan tetap optimal.
Peningkatan trafik internet tidak hanya terjadi Di Bali sendiri, Badung dan Denpasar menjadi dua daerah dengan aktivitas jaringan terbesar.
NTB akan mengalami lonjakan trafik di Lombok Barat, Tengah, dan Timur, sedangkan NTT melihat penggunaan internet meningkat di Kupang dan Timor Tengah Selatan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Indosat berharap masyarakat dan wisatawan dapat menikmati konektivitas internet yang cepat dan stabil selama libur Natal dan Tahun Baru di kawasan Bali dan sekitarnya. Baca berita lain di sini.
Komdigi Terbitkan Surat Edaran untuk Mendukung Nyepi Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital mengeluarkan kebijakan…
Daerah Wisata dan Pelabuhan Diprediksi Paling Padat Menjelang musim mudik Lebaran, perusahaan telekomunikasi Telkomsel memprediksi…
Starlink Dimatikan, Rusia Kehilangan Kekuatan Elon Musk melalui SpaceX dilaporkan memutus akses Starlink ke pasukan…
Kolaborasi Strategis Bangun Fondasi Digital Nusantara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menjalin…
Musim mudik selalu menghadirkan cerita panjang tentang perjalanan, kemacetan, dan tentu saja sinyal yang sering…
Strategi 21 Tahun untuk Menjangkau Seluruh Indonesia Produsen kendaraan utilitas lokal, FIN Komodo, resmi menandatangani…