14 Juta Pelanggan Mudik Lebaran Indosat Jaga Internet
Musim mudik selalu menghadirkan cerita panjang tentang perjalanan, kemacetan, dan tentu saja sinyal yang sering diuji ketahanannya. Tahun ini, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memprediksi sekitar 14 juta pelanggannya akan melakukan perjalanan pulang kampung saat Lebaran. Angka itu bukan sekadar statistik. Itu berarti jutaan orang akan mengandalkan jaringan untuk video call, kirim pesan, navigasi, sampai transaksi digital.
SVP Head of Network Operations IOH, Raden Tofan, menegaskan bahwa lonjakan trafik sudah mereka antisipasi jauh-jauh hari. Ia menyebut tanggung jawab tersebut sangat besar karena konektivitas kini menjadi kebutuhan utama pemudik. Orang tidak hanya ingin sampai tujuan, mereka juga ingin tetap terhubung tanpa hambatan.
Untuk menjawab tantangan itu, IOH memperkuat jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama dan 790 Point of Interest (POI) strategis di seluruh Indonesia. Terminal, stasiun, rest area, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata ramai saat libur panjang termasuk dalam titik-titik ini. Tim teknis memetakan lokasi dengan mobilitas tinggi lalu menambah kapasitas agar koneksi tetap stabil.
Dalam beberapa bulan terakhir, IOH membangun hampir 1.500 site baru. Langkah ini memperluas jangkauan sinyal sekaligus meningkatkan kualitas layanan di berbagai daerah. Untuk jalur darat, perusahaan menyiapkan 77 rute utama yang mencakup jalan tol, non-tol, hingga rel kereta api dengan total panjang sekitar 8.000 kilometer.
Penguatan jaringan tidak hanya dilakukan lewat penambahan infrastruktur. Tim operasional juga mengoptimalkan performa jaringan dengan pemantauan selama 24 jam penuh. Sistem pemantauan real-time bekerja untuk segera menangani gangguan sebelum berdampak luas. Sistem menambah kapasitas data dan membagi trafik agar tidak terkonsentrasi di satu titik.
Ramadan sendiri selalu menjadi periode krusial bagi operator telekomunikasi. Saat sahur dan berbuka, aktivitas digital melonjak tajam. Orang melakukan video call dengan keluarga, mengirim pesan berantai, hingga menonton konten streaming. Transaksi digital pun meningkat karena masyarakat semakin terbiasa berbelanja dan berdonasi secara online.
Karena itu, kesiapan infrastruktur benar-benar menjadi prioritas. Koneksi yang stabil memastikan pelanggan bisa menjalani momen penting bersama keluarga dengan lancar.
Selain memperkuat jaringan fisik, IOH juga menghadirkan dukungan teknologi berbasis kecerdasan artifisial. Mereka mengintegrasikan aplikasi Sahabat AI serta sistem perlindungan Anti-Spam dan Anti-Scam untuk menjaga keamanan pengguna selama periode ramai ini.
Teknologi tersebut bekerja menyaring pesan mencurigakan dan mengurangi potensi penipuan digital yang biasanya melonjak saat musim liburan. Dengan begitu, pelanggan tidak hanya menikmati koneksi cepat, tetapi juga merasa lebih aman saat beraktivitas online.
Melalui kombinasi ekspansi infrastruktur, optimalisasi jaringan, dan pemanfaatan AI, IOH ingin memastikan pengalaman mudik tetap lancar dari sisi komunikasi. Perjalanan boleh jauh dan melelahkan, tapi sinyal tetap harus kuat mengiringi setiap langkah menuju kampung halaman. Baca berita lain disini.
Strategi 21 Tahun untuk Menjangkau Seluruh Indonesia Produsen kendaraan utilitas lokal, FIN Komodo, resmi menandatangani…
Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan nyata bagi pendidikan di wilayah pelosok Indonesia. Kondisi itu…
Jangan Sampai Desa Tertinggal dalam Lompatan Teknologi Anggota Komisi I DPR RI, Andina Theresia Narang,…
Penerapan registrasi SIM card berbasis biometrik mulai menjadi perhatian publik seiring berlakunya Peraturan Menteri Komunikasi…
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memberlakukan kebijakan registrasi SIM card berbasis biometrik…
Ponsel dan kartu SIM kini menjadi pintu utama masyarakat untuk berkomunikasi, bekerja, bertransaksi, hingga mengakses…