Dunia Jaringan

Iran Gunakan Pendekatan Militer Siber untuk Melemahkan Starlink

SpaceX milik Elon Musk kini menyediakan akses internet gratis melalui layanan satelit Starlink bagi pengguna di Iran. Akun-akun Starlink yang sebelumnya tidak aktif kini kembali terhubung tanpa biaya langganan. Namun di tengah upaya tersebut, pemerintah Iran justru melakukan langkah ekstrem untuk membatasi koneksi warganya ke dunia luar.

Pemadaman internet berskala nasional di Iran telah berlangsung selama enam hari. Jutaan warga kehilangan akses komunikasi digital, media sosial, dan layanan informasi global. Di tengah situasi ini, Starlink menjadi satu-satunya jalur alternatif untuk tetap terhubung.

Namun Iran tidak tinggal diam.

Pemerintah Iran Aktifkan “Tombol Pemutus” Internet Nasional

Menurut direktur pengawas internet NetBlocks, Alp Toker, Iran memiliki sistem kontrol lalu lintas internet terpusat. Hampir seluruh koneksi nasional melewati satu titik kendali milik pemerintah.

Dengan sistem tersebut, otoritas bisa memutus komunikasi digital hampir seketika menggunakan mekanisme otomatis yang dikenal sebagai kill switch. Saat tombol ini diaktifkan, seluruh jaringan nasional langsung terputus.

Situasi ini membuat warga Iran sepenuhnya bergantung pada koneksi satelit seperti Starlink.

Namun pemerintah telah melarang penggunaan Starlink sejak konflik Iran-Israel tahun lalu. Aturan tersebut mengancam kepemilikan terminal Starlink dengan hukuman penjara hingga dua tahun. Siapa pun yang mengimpor lebih dari 10 perangkat satelit terancam hukuman hingga 10 tahun.

Jammer Mobile Jadi Senjata Utama Iran

Starlink mengandalkan satelit yang mengorbit di ketinggian sekitar 550 kilometer. Satelit tersebut menerima sinyal radio dari terminal di darat lalu meneruskan data kembali ke pengguna.

Iran kini menggunakan alat pengacau sinyal atau jammer mobile untuk mengganggu koneksi tersebut. Perangkat ini memancarkan interferensi kuat pada frekuensi radio yang sama dengan Starlink.

Akibatnya, koneksi menjadi sangat lambat atau bahkan terputus sepenuhnya.

Di beberapa wilayah Teheran, pengguna Starlink mengalami kehilangan paket data hingga 40 persen, menurut laporan Filter.Watch. Kondisi ini hanya memungkinkan pengiriman pesan singkat, sedangkan panggilan video dan akses web nyaris mustahil.

Pola Gangguan Mirip Strategi Rusia di Ukraina

Analisis Filter.Watch menunjukkan bahwa gangguan sinyal berasal dari unit jamming bergerak. Dengan mobilitas tinggi, peralatan ini mampu berpindah antarlingkungan dan menargetkan terminal Starlink secara langsung.

Alp Toker menyebut pola ini sangat mirip dengan taktik Rusia di Ukraina. Militer Rusia menggunakan sistem jamming bergerak untuk mengganggu terminal satelit di darat.

Toker mengungkapkan bahwa teknik ini kemungkinan berasal dari medan perang Ukraina dan menyebar ke Iran melalui kerja sama militer.

Sistem Krasukha-4 Jadi Referensi Utama

Militer Iran dilaporkan membahas pembelian sistem peperangan elektronik Rusia Krasukha-4 pada September lalu. Sistem ini mampu mengacaukan satelit orbit rendah hingga jarak 300 kilometer.

Krasukha-4 menggunakan beberapa antena berputar yang membanjiri frekuensi radio dengan interferensi kuat. Rusia mengerahkan sistem ini di Donbas pada 2024 untuk mengacaukan rudal dan sistem pertahanan udara Patriot.

The Kyiv Independent menyebut Krasukha-4 sebagai sistem peperangan elektronik tercanggih Rusia saat ini.

Iran Kembangkan Versi Lokal Sistem Jamming

Centre for Non-Proliferation Studies melaporkan bahwa Iran telah mengembangkan versi lokal bernama Cobra V8. Sistem ini diduga hasil rekayasa dari teknologi Rusia.

Dengan kombinasi jammer mobile dan sistem peperangan elektronik canggih, Iran kini mampu menekan akses Starlink secara efektif.

Langkah ini menunjukkan bahwa medan perang digital kini tak kalah penting dibandingkan perang fisik. Di era satelit dan internet global, perebutan kendali informasi menjadi senjata strategis baru. Baca berita lain disini.

Admin 2

Recent Posts

Komdigi Masih Kaji Spektrum untuk 6G

Belum Ada Keputusan Final untuk 6G Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih mengkaji…

2 jam ago

Tarif Biometrik SIM Disorot, ATSI Minta Turun

Tarif Verifikasi Dinilai Terlalu Tinggi Penerapan registrasi SIM card berbasis biometrik wajah mulai memunculkan perdebatan…

6 hari ago

Jaringan Telstra Sempat Lumpuh

 Gangguan Besar di Pagi Hari Jaringan seluler terbesar di Australia sempat mengalami gangguan besar yang…

2 minggu ago

Registrasi SIM Kini Wajib Face Recognition

Sistem Lama Resmi Dihentikan Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menutup celah penyalahgunaan nomor telepon seluler.…

2 minggu ago

Registrasi SIM Biometrik Gantikan KK

Sistem Lama Mulai Ditinggalkan Pemerintah resmi mengubah sistem registrasi kartu SIM dengan menghadirkan metode berbasis…

3 minggu ago

China Hadirkan SpaceSail untuk Saingi Starlink

Dominasi Starlink Mulai Dapat Tantangan Industri internet satelit selama ini didominasi oleh Starlink, layanan milik…

3 minggu ago