Akses Internet Desa, Kunci Pemerataan Kesejahteraan Digital
Kesenjangan akses internet di wilayah perdesaan masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan transformasi digital nasional. Hingga kini, ribuan desa belum menikmati konektivitas memadai. Akibatnya, masyarakat desa tertinggal dalam mengakses informasi, layanan publik, serta peluang ekonomi digital. Oleh karena itu, pemerintah mendorong percepatan pemerataan internet agar pembangunan digital tidak terus terpusat di perkotaan.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), sebanyak 2.333 desa di Indonesia belum terkoneksi internet. Dari jumlah tersebut, 2.017 desa belum terjangkau jaringan 4G, sementara 316 desa lain, yang sebagian besar merupakan wilayah ladang non-permukiman, juga belum tersentuh konektivitas. Kondisi ini menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur digital masih memerlukan upaya serius dan berkelanjutan.
Pembangunan jaringan internet di perdesaan menghadapi berbagai hambatan. Selain kondisi geografis yang sulit, keterbatasan infrastruktur dan keberlanjutan operasional juga menjadi persoalan utama. Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menilai bahwa pembangunan jaringan desa harus mempertimbangkan pemekaran wilayah, pergerakan penduduk, serta skala ekonomi agar investasi tetap efektif.
Tanpa konektivitas memadai, desa akan kesulitan meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan ekonomi lokal, serta mengakses layanan digital. Karena itu, kehadiran negara menjadi krusial untuk memastikan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat.
Sebagai respons, Kemkomdigi meluncurkan Program Kampung Internet. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin akses internet yang merata. Kampung Internet menyediakan layanan fixed broadband yang dapat digunakan bersama oleh warga desa.
Program ini pertama kali menjangkau 20 desa dengan 1.194 titik akses, kemudian meluas ke 87 titik di Sragen, Jawa Tengah. Dalam implementasinya, pemerintah melibatkan penyedia layanan internet lokal untuk memperkuat ekosistem digital daerah.
Tak hanya membangun jaringan, Kampung Internet juga menekankan keberlanjutan layanan. Pemerintah memanfaatkan beragam teknologi, mulai dari fiber optik, radio link, VSAT, hingga satelit, guna menjangkau wilayah terpencil.
Di saat yang sama, Kemkomdigi mendorong pengembangan SDM melalui kolaborasi dengan SMK. Lulusan SMK diharapkan menjadi teknisi lokal yang mengelola jaringan Kampung Internet. Dengan begitu, desa tidak hanya terkoneksi, tetapi juga mandiri secara teknis dan ekonomi.
Pemerintah berharap Kampung Internet mampu membuka peluang baru di perdesaan. Akses internet dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, peningkatan layanan publik, serta pengembangan UMKM berbasis digital. Meutya Hafid juga mengingatkan generasi muda desa agar menggunakan internet secara produktif untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing.
Melalui Program Kampung Internet, pemerintah berupaya menjadikan desa lebih terhubung, produktif, dan berdaya, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan digital secara berkelanjutan. Baca berita lain disini.
Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan nyata bagi pendidikan di wilayah pelosok Indonesia. Kondisi itu…
Jangan Sampai Desa Tertinggal dalam Lompatan Teknologi Anggota Komisi I DPR RI, Andina Theresia Narang,…
Penerapan registrasi SIM card berbasis biometrik mulai menjadi perhatian publik seiring berlakunya Peraturan Menteri Komunikasi…
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memberlakukan kebijakan registrasi SIM card berbasis biometrik…
Ponsel dan kartu SIM kini menjadi pintu utama masyarakat untuk berkomunikasi, bekerja, bertransaksi, hingga mengakses…
SpaceX milik Elon Musk kini menyediakan akses internet gratis melalui layanan satelit Starlink bagi pengguna…