Telkom–Fortinet Perkuat Transformasi Digital Indonesia Lewat Kolaborasi Strategis
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fortinet, perusahaan global di bidang keamanan siber. Melalui kerja sama ini, Telkom berupaya memperkuat infrastruktur digital nasional, meningkatkan kemampuan SD-WAN, serta memperkokoh ketahanan siber yang semakin penting di tengah percepatan transformasi digital. Untuk menandai kolaborasi tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis Strategis & Portofolio Telkom, Seno Soemadji, bersama Senior VP Legal & Kepatuhan Internasional Fortinet, Thomas Schmidt, menandatangani nota kesepahaman. Seremonial MoU pada 25 November di Bandung itu juga dihadiri para pimpinan dari kedua perusahaan. Dengan demikian, kerja sama ini menjadi pijakan awal menuju teknologi masa depan yang lebih aman dan terintegrasi.
Dalam pernyataannya, Seno menegaskan bahwa kolaborasi ini menunjukkan komitmen Telkom mempercepat transformasi digital Indonesia. Ia menambahkan bahwa keamanan siber dan SD-WAN kini menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan modern. Oleh karena itu, dengan menggandeng Fortinet, Telkom dapat menyediakan layanan lebih aman dan bernilai tinggi bagi pelanggan, sekaligus memperkuat daya saing nasional. Selanjutnya, ia menilai bahwa kemitraan ini tidak hanya berbentuk kerja sama teknis, tetapi juga fondasi bagi pengembangan solusi digital inovatif yang memberi manfaat jangka panjang.
Edwin Lim menegaskan kolaborasi ini memperkuat misi kedua perusahaan dalam menciptakan digitalisasi Indonesia yang aman. Ia menjelaskan bahwa Fortinet siap mendukung Telkom melalui pendekatan berbasis AI dan platform keamanan terpadu yang mampu beroperasi dalam skala besar. Selain itu, dukungan tersebut mencakup infrastruktur kritis, layanan cloud, hingga integrasi teknologi emergen. Dengan demikian, kerja sama ini membuka peluang inovasi berkelanjutan untuk menghadapi ancaman siber nasional yang semakin kompleks.
Melalui kemitraan ini, Fortinet akan menyediakan beragam solusi keamanan mulai dari next-generation firewalls, SASE, switch, hingga access points. Portofolio ini menghadirkan keamanan berlapis dan arsitektur fleksibel, sehingga Telkom dapat melayani kebutuhan digital di pemerintahan, finansial, telekomunikasi, dan enterprise. Integrasi tambahan pada platform IoT dan cloud juga akan memperkuat kemampuan deteksi serta mitigasi terhadap ancaman lanjutan (advanced threats).
Dalam jangka panjang, kolaborasi Telkom dan Fortinet diarahkan untuk memperkuat portofolio Connectivity+ di segmen B2B. Upaya tersebut mencakup peningkatan kemampuan SD-WAN, pelatihan sumber daya manusia melalui teknologi Fortinet, serta integrasi teknologi yang membantu industri beradaptasi dengan percepatan digitalisasi. Akhirnya, langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan digital Indonesia secara menyeluruh. Dengan dukungan teknologi kelas dunia dan sinergi berkelanjutan, kedua perusahaan berpotensi menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem digital nasional yang aman dan kompetitif. Baca berita lain di sini.
Isu kuota internet yang hangus kembali menjadi sorotan publik setelah dibahas dalam sidang uji materi…
Pemerataan akses internet di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang terus dibahas oleh regulator, industri,…
Perusahaan telekomunikasi Telkomsel memperkuat pengembangan jaringan digital dengan menjalin kerja sama strategis bersama Huawei. Kolaborasi…
Indonesia mulai menyiapkan pengembangan teknologi 6G. Salah satu langkah utama dilakukan oleh peneliti Pusat Riset…
Gempa megathrust berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis pagi (02/04/2026). Beruntung, jaringan telekomunikasi…
Dugaan Ledakan di Ketinggian 560 Km Insiden mengejutkan datang dari perusahaan antariksa SpaceX setelah salah…